1.) Jelaskan 7 pengertian komunikasi menurut para ahli?
Jawab:
1. Achmad S. Ruky
Menurut Achmad S.
Ruky, komunikasi merupakan proses pemindahan dan pertukaran pesan, dimana pesan
ini dapat berbentuk fakta, gagasan, perasaan, data atau informasi dari seseorang
kepada orang lain. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi dan/
atau mengubah informasi yang dimiliki serta tingkah laku orang yang menerima
pesan tersebut.
2. Anderson
Mernurut Anderson,
komunikasi merupakan proses yang dinamis. Proses ini secara konstan berubah
sesuai dengan situasi yang berlaku.
3. Anwar Arifin
Komunikasi menurut
Anwar Arifin merupakan sebuah konsep multi makna. Dalam makna sosial,
komunikasi merupakan proses sosial yang berkaitan dengan kegiatan manusia dan
kaitannya dengan pesan dan prilaku.
4. Atep Aditya
Barata
Atep Aditya Barata
mendefinisikan komunikasi sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan,
berita, atau informasi yang terjadi diantara dua orang atau lebih. Proses ini
dilakukan secara efektif agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh
penerimanya.
5. Barnlund
Barnlund menyatakan
bahwa komunikasi timbul oleh karena adanya dorongan kebutuhan seseorang untuk
mengurangi rasa ketidakpastian, untuk bertindak secara efektif, dan untuk
mempertahankan atau memperkuat ego.
6. Bernard Berelson
& Gary A. Steiner
Dalam buku ‘Ilmu
Komunikasi Suatu Pengantar’ karangan Dedy Mulyana, Bernard Berelson dan Gary A.
Steiner menyatakan bahwa komunikasi merupakan sebuah tindakan atau proses
transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan semacamnya. Hal yang di
transmisikan ini dapat berupa simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik
dan
semacamnya.
semacamnya.
7. Skinner
Menurut BF. Skinner
komunikasi dapat didefinisikan sebagai prilaku verbal atau simbolik dimana
pengirimnya berusaha mendapatkan efek yang dikehendakinya dari penerima.
2 )Jelaskan
komponen-komponen serta sifat-sifat komunikasi, sertakan contoh yang jelas?
Jawab:
Jawab:
*Komponen-komponen
Komunikasi
1.Komunikator
/Sumber/Pengirim
Pesan
(Communicator/Source/Sender)
Pesan
(Communicator/Source/Sender)
Dalam
proses komunikasi, yang menjadi sumber komunikasi adalah sender atau
pengirim pesan. Komunikator adalah seseorang yang mengirimkan pesan. Terdapat
beberapa faktor dalam diri komunikator yang menentukan efektivitas komunikasi
yaitu sikap komunikator dan pemilihan berbagai simbol yang penuh makna. Yang
dimaksud dengan sikap komunikator adalah bahwa komunikator harus memiliki sikap
yang positif. Sementara itu, yang dimaksud dengan pemilihan berbagai simbol
yang penuh makna yang dilakukan oleh komunikator adalah bahwa pemilihan
simbol-simbol yang tepat bergantung pada siapa yang menjadi khalayak sasaran
dan bagaimana situasi lingkungan komunikasi (Baca juga
: Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi) .
Dengan
demikian, untuk menjadi komunikator yang baik, terdapat beberapa hal yang harus
kita pertimbangkan, diantaranya adalah :
kita
harus mengenali siapa yang menjadi komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran.
pesan
yang akan kita kirimkan kepada komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran harus
jelas.
kita
juga harus memahami mengapa kita mengirimkan pesan kepada komunikate/penerima
pesan/khalayak sasaran.
hasil
apakah yang kita harapkan.
Jika sebagai
komunikator kita tidak mempertimbangkan hal-hal di atas, maka proses komunikasi
akan menemui kegagalan.
2.
Pesan (Message)
Yang
dimaksud dengan pesan adalah informasi yang akan kita kirimkan kepada
komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Pesan yang kita kirimkan dapat
berupa pesan-pesan verbal maupun pesan nonverbal. Agar pesan menjadi efektif,
maka komunikator harus memahami sifat dan profil komunikate/penerima
pesan/khalayak sasaran, kebutuhan khalayak sasaran, serta harapan dan
kemungkinan respon yang diberikan oleh komunikate/penerima pesan/khalayak
sasaran terhadap pesan yang dikirimkan.
Hal ini sangat
penting baik dalam komunikasi tatap muka maupun komunikasi bermedia. Tanpa
adanya pesan, maka kita tidak memiliki alasan untuk melakukan komunikasi. Jika
kita tidak dapat mengemas informasi dengan baik, maka kita belum siap untuk
memulai proses komunikasi.
3.
Encoding
Encoding adalah
proses mengambil pesan dan mengirim pesan ke dalam sebuah bentuk yang dapat
dibagi dengan pihak lain. Informasi yang akan disampaikan harus dapat
di-encode atau dipersiapkan dengan baik. Sebuah pesan harus dapat dikirimkan
dalam bentuk dimana komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran mampu
melakukan decode atau pesan tidak akan dapat dikirimkan.
Untuk dapat
melakukan encode sebuah pesan, maka kita sebagai komunikator harus
memikirkan apa yang komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran butuhkan agar
dapat memahami atau melakukan decode sebuah pesan. Kita harus
menggunakan bahasa yang dapat dengan mudah dimengerti dan konteks yang dikenal
baik oleh komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Orang yang melakukan encode disebut
dengan encoder.
4.
Media atau Saluran Komunikasi (Channel)
Media atau saluran
komunikasi adalah media atau berbagai media yang kita gunakan untuk mengirimkan
pesan. Jenis pesan yang kita miliki dapat membantu kita untuk menentukan media
atau saluran komunikasi yang akan kita gunakan. Yang termasuk ke dalam media
atau saluran komunikasi adalah kata-kata yang diucapkan, kata-kata yang
tercetak, media elektronik, atau petunjuk nonverbal. Dalam komunikasi
modern, yang dimaksud media atau saluran komunikasi sebagian besar merujuk pada
media komunikasi massa seperti radio, televisi, dan lain-lain
serta internet sebagai media komunikasi. Pemilihan media atau saluran
komunikasi yang tepat dapat menentukan sukses tidaknya komunikasi yang kita
lakukan.
5.
Decoding
Decoding terjadi
ketika komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran menerima pesan yang telah
dikirimkan. Dibutuhkan keterampilan komunikasi untuk
melakukan decode sebuah pesan dengan baik, kemampuan membaca secara
menyeluruh, mendengarkan secara aktif, atau menanyakan atau mengkonfirmasi
ketika dibutuhkan.
Jika sebagai
komunikator kita menemui orang yang mengalami kesulitan atau kelemahan dalam
keterampilan komunikasi, maka kita perlu untuk mengirim ulang pesan dengan cara
berbeda. Atau, kita dapat membantu komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran
untuk memahami pesan dengan cara memberikan informasi tambahan yang bersifat
menjelaskan atau mengklarifikasi. Orang yang menerima pesan disebut
dengan decoder.
6.
Komunikate/Penerima pesan (Communicatee/Receiver)
Komunikasi tidak
akan terjadi tanpa kehadiran komunikate/penerima pesan. Ketika
komunikate/penerima pesan menerima sebuah pesan, maka ia akan menafsirkan
pesan, dan memberikan makna terhadap pesan yang diterima. Komunikasi dapat
dikatakan berhasil manakala komunikate/penerima pesan/ menerima pesan sesuai
dengan apa yang diinginkan oleh komunikator.
7.
Umpan Balik (Feedback)
Apapun
media atau saluran komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan pesan, kita
dapat menggunakan umpan balik untuk membantu kita menentukan sukses tidaknya
komunikasi yang kita lakukan. Jika kita berada dalam komunikasi tatap muka
dengan komunikate/penerima pesan, maka kita dapat membaca bahasa tubuh dan
memberikan pertanyaan untuk memastikan pemahaman. Jika kita berkomunikasi
secara tertulis maka kita dapat mengetahui sukses tidaknya komunikasi melalui
respon atau tanggapan yang kita peroleh dari komunikate/penerima pesan.
Dalam beberapa
kasus, umpan balik memiliki peran yang tak ternilai dalam membantu kita sebagai
komunikator untuk memperbaiki keterampilan komunikasi. Kita dapat belajar apa
yang berjalan dengan baik dan apa yang tidak sehingga kita dapat berlaku secara
efisien ketika kita melakukan komunikasi di lain waktu.
8.
Konteks (Context)
Yang dimaksud
dengan konteks dalam proses komunikasi adalah situasi dimana kita melakukan
komunikasi. Konteks dapat berupa lingkungan dimana kita berada dan dimana
komunikate/penerima pesan berada, budaya organisasi, dan berbagai unsur atau
elemen seperti hubungan antara komunikator dan komunikate. Komunikasi yang kita
lakukan dengan rekan kerja bisa jadi tidak sama jika dibandingkan dengan ketika
kita berkomunikasi dengan atasan kita. Sebuah konteks dapat membantu menentukan
gaya kita berkomunikasi.
9.
Gangguan (Noise)
Dalam proses
komunikasi, gangguan atau interferensi dalam
proses encode atau decode dapat mengurangi kejelasan
komunikasi. Gangguan dalam proses komunikasi dapat berupa gangguan fisik
seperti suara yang sangat keras, atau perilaku yang tidak biasa. Gangguan dalam
proses komunikasi juga dapat berupa gangguan mental, gangguan psikologis, atau
gangguan semantik. Dalam proses komunikasi, gangguan dapat berupa segala
sesuatu yang dapat mengganggu dalam proses penerimaan, penafsiran, atau
penyediaan umpan balik tentang sebuah pesan.
10. Efek (Effect)
dengan efek dalam proses komunikasi adalah pengaruh atau dampak yang ditimbulkan komunikasi yang dapat berupa sikap atau tingkah laku komunikate/penerima pesan. Komunikasi dapat dikatakan berhasil apabila sikap serta tingkah laku komunikate/penerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator. Namun, apabila efek yang diharapkan oleh komunikator dari komunikate/penerima pesan tidak sesuai maka dapat dikatakan komunikasi menemui kegagalan.
dengan efek dalam proses komunikasi adalah pengaruh atau dampak yang ditimbulkan komunikasi yang dapat berupa sikap atau tingkah laku komunikate/penerima pesan. Komunikasi dapat dikatakan berhasil apabila sikap serta tingkah laku komunikate/penerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator. Namun, apabila efek yang diharapkan oleh komunikator dari komunikate/penerima pesan tidak sesuai maka dapat dikatakan komunikasi menemui kegagalan.
*Sifat-sifat
Komunikasi
Komunikasi
dibedakan berdasarkan sifatnya :
1.
Komunikasi Tatap Muka (face to face communication)
Komunikasi
tatap muka digunakan apabila kita ingin efek perubahan tingkah
laku (behavior change) dari komunikan melalui komunikasi tatap muka
kita bisa memperoleh umpan balik langsung (immediate feedback).
2.
Komunikasi Bermedia (mediated communication)
Komunikasi
bermedia digunakan untuk memengaruhi atau mengubah sikap dan opini publik.
Kelemahan komunikasi bermedia ialah memiliki daya persuasif yang relatif rendah
& efeknya tidak bisa langsung diterima. Kekuatannya ialah mampu menjangkau
dalam jumlah besar dan wilayah yang luas.
3.)Uraikan prinsip-prinsip dan karakteristik kominukasi?
Jawab:
PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI
3.)Uraikan prinsip-prinsip dan karakteristik kominukasi?
Jawab:
PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI
Prinsip-prinsip
komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang
beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar.
Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-asumsi komunikasi.
Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya karakteristik komunikasi.
Deddy Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi.
Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh
dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :
Prinsip
1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik
Komunikasi
adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu
titik, tetapi terus berkelanjutan. Salah satu kebutuhan pokok manusia, seperti
dikatakan oleh Susanne K. Langer, adalah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan
lambang. Manusia memang satu-satunya hewan yang menggunakan lambang, dan itulah
yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Ernst Cassier mengatakan bahwa
keunggulan manusia atas makhluk lainnya adalah keistimewaan mereka
sebagai animal symbolicum.
Lambang
atau simbol adalah ssuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya,
berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan
verbal), perilaku non-verbal, dan objek yang maknanya disepakati bersama,
misalnya memasang bendera dihalaman rumah untuk menyatakan penghormatan atau
kecintaan kepada negara. Kemampuan manusia menggunakan lambnag verbal
memungkinkan perkembangan bahasa dan menangani hubungan antara manusia dan
objek ( baik nyata ataupun abstrak) tanpa kehadiran manusia dan objek tersebut.
Lambang
adalah salah satu kategori tanda. Hubungan antara tanda dengan objek dapat juga
direpresentasikan oleh ikon dan indeks, namun ikon dan indeks tidak memerlukan
kesepakatan. Ikon adalah suatu benda fisik (dua atau tiga dimensi) yang
menyerupai apa yang direpresenasikannya. Representasi ini ditandai dengan
kemiripan. Misalnya patung Soekarno adalah ikon Soekarno, dan foto pada KTP
Anda adalah ikon Anda.
Berbeda
denfan lambang dan ikon, indeks adalah tanda yang secara alamiah
mempresentasikan objek lainnya. Istilah lain yang sering digunakan untuk indeks
adalah sinyal (signal), yang dalam bahasa sehari-hari disebut juga gejala
(symptom). Indeks muncul berdasarkan hubunagn antara sebab dan akibat yang punya
kedekatan eksistensi. Misalnya awan gelap adalah indeks hujan yang akan turun,
sedangkan asap itu disepakati sebagai tanda bagi masyarakat untuk berkumpul
misalnya, seperti dalam dalam kasus suku primitif, maka asap menjadi lambang
karena maknanya telah disepakati bersama.
Prinsip
2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
Setiap
orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud
mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut
sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah
(komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu
stimulus. Kita tidak dapat tidak berkomunikasi (We cannot not communicate).
Tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komuniaksi. Alih-alih, komunikasi
terjadi bila seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya
sendiri.
Cobalah
Anda minta seseorang untuk tidak berkomunikasi. Amat sulit baginya untuk
berbuat demikian, karena setiap perilakunya punya potensi untuk ditafsirkan.
Kalau ia tersenyum, ia ditafsirkan bahagia; kalau ia cemberut, ia ditafsirkan
ngambek. Bahkan ketika kita berdiam diri sekalipun, ketika kita mengundurkan
diri dari komunikasi dan lalu menyendiri, sebenarnya kita mengkomunikasikan
banyak pesan. Orang lain mungkin akan menafsirkan diam kita sebagai malu,
segan, ragu-ragu, tidak setuju, tidak perduli, marah, atau bahkan sebagai malas
atau bodoh.
Prinsip
3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan
Setiap
pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita
bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan
proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara dosen dan
mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.
Dimensi
isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal.
Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan.
Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga
mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu dan bagaimana
seharusnya pesan itu ditafsirkan. Sebagai contoh, kalimat “Aku benci kamu” yang
diucapkan dengan nada menggoda mungkin sekali justru berarti sebaliknya.
Dalam
komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan, sedangkan dimensi
hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang
digunakan untuk menyampaiakn pesan tersebut. Pengaruh suatu berita atau artikel
dalam surat kabar misalnya, bukan hanya bergantung pada isinya, namun juga
siapa penulisnya, tata letak (lay-out)-nya, jenis huruf yang digunakan, warna
tulisan dan sebagainya. Pesan yang sama dapat menimbulkan pengaruh berbeda bila
disampaikan orang berbeda. Biasanya artikel yang ditulis orang yang sudah
dikenal akan dianggap lebih berbobot bila dibandingkan dengan tulisan orang
yang belum dikenal. Bila dimengerti maka redaktur surat kabar atau majalh akan
lebih memprioritaskan tulisan orang-orang yang sudah dikenal sebelumnya.
Prinsip
4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
Setiap
tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari
tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak
direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan
secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul
disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya
tercapai).
Kesengajaan
bukanlah syarat untuk terjadinya komuniaksi. Meskipun kita sama sekali tidak
bermaksud menyampaikan pesan kepada orang lain, perilaku kita potensial
ditafsirkan orang lain. Kita tidak dapat mengendalikan orang lain untuk
menafsirkan atau tidak menafsirkan perilaku kita. Membatasi komunikasi sebagai
proses yang disengaja adalah menganggap komuniaksi sebagai instrumen seperti
dalam persuasi.
Naiat
atau kesengajaan bukanlah syarat mutlak bagi seseorang untuk berkomunikasi.
Dalam komunikasi antara orang-orang berbeda budaya ketidaksengajaan
berkomunikasi ini lebih relevan lagi untuk kita perhatikan. Banyak
kesalahpahaman antarbudaya sebenarnya disebabkan oleh perilaku seseorang yang
tidak disengaja yang dipersepsi, ditafsirkan, dan direspons oleh orang lain
dari budaya lain. Misalkan dalam tindakan menyentuh wanita di Arab Saudi yang
diperkenalkan kepada Anda, yang sebenarnya tidak Anda sengaja, dapat
menyampaiakn pesan negatif yang menghambat pertemuan tersebut.
Prinsip
5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
Pesan
komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun
non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung,
kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.
Makna
pesan juga bergantung pada konteks fisik dan ruang (termasuk iklim, suhu,
intensitas cahaya, dan sebagainya), waktu, sosial dan psikologis. Topik-topik
yang lazim dipercakapkan di rumah, tempat kerja, atau tempat hiburan seperti
“lelucon,” “ acara televisi,” “mobil,” “bisnis,” atau “perdagangan” terasa
kurang sopan bila dikemukakan dimasjid.
Waktu
juga mempengaruhi makna terhadap suatu pesan. Dering telepon pada tengah malam
atau dini hari akan dipersepsi lain bila dibandingkan dengan dering telpon pada
siang hari.Dering telepon pertama itu mungkin berita sangat penting (darurat) ,
misalnya untuk mengbarkan orang sakit, kecelakaan atau meninggal dunia atau
upaya orang jahat untuk mengetes apakah dirumah ada orang atau tidak.
Prinsip
6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
Tidak
dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang
berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa
pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka
orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat
seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.
Ketika
orang-orang berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka.
Dengan kata lain, komunikasi juga terikat oleh aturan atau tatakrama. Artinya ,
orang-orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yang menerima
pesan akan merespons. Prediksi ini tidak selalu disadari dan sering berlangsung
cepat. Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran
sosialnya.
Prinsip
7 : Komunikasi itu bersifat sistemik
Dalam
diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang
budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang
berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal
seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi
mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.
Setiap
individu adalah suatu sistem yang hidup (a living system). Organ-organ dalam
tubuh kita saling berhubungan. Kerusakan pada mata dapat membuat kepala kita
pusing. Bahkan unsur diri kita yang bersifat jasmani juga berhubungan dengan
unsur kita yang bersifat rohani. Kemarahan membuat jantung kita berdetak lebih
cepat dan berkeringat. Setidaknya dua sistem dasar beroperasi dalam transaksi
komunikasi itu: Sistem Internal dan Sistem Eksternal. Sistem internal
adalah seluruh sistem nilai yang dibawa oleh individu ketika ia berpartisipasi
dalam komunikasi yang ia cerap selama sosialisasinya dalam berbagai lingkungan
sosialnya (keluarga, masyarakat,setempat, kelompok suku, kelompok agama,
lembaga pendidikan, kelompok seba
Prinsip
8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi
Jika
dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang
sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk
saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap
simbol-simbol yang saling dipertukarkan.
Komunikasi
yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para
pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi). Dalam kenyataannya, tidak
pernah ada dua manusia yang persis sama, meskupun mereka kembar yang dilahirkan
dan diasuh dalam keluarga yangsama, diberi makanan yang sama dan di didik
dengan cara yang sama. Namun adanya kesamaan sekali lagi akan mendorong
orang-orang untuk saling tertarik dan pada gilirannya karena kesamaan tersebut
komunikasi mereka menjadi lebih efektif.
Prinsip
9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial
Proses
komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan
respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima
dan dimengerti.
Prinsip
10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
Konsekuensi
dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu
dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi
diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.
Prinsip
11 : komunikasi bersifat irreversible
Setiap
orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa
terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak
dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka
efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.
Prinsip
12 : Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah
Dalam
arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan
untuk menyelesaikan masalah. Banyak persoalan dan konflik antar manusia
disebabkan oleh masaalh komunikasi. Namun komunikasi bukanlah panasea (obat
mujrab) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu, karena konflik atau
persoalan tersebut mungkin berkaitan denagn masalah struktural.
.
KARAKTERISTIK KOMUNIKASI
Karakteristik
Komunikasi Massa menurut para pakar komunikasi:
1.
Komunikator Melembaga (Institutionalized Communicator) atau Komunikator
Kolektif (Collective Communicator) karena media massa adalah lembaga sosial,
bukan orang per orang.
2.
Pesan bersifat umum, universal, dan ditujukan kepada orang banyak.
3.
Menimbulkan keserempakan (simultaneous) dan keserentakan (instantaneos)
penerimaan oleh massa.
4.
Komunikan bersifat anonim dan heterogen, tidak saling kenal dan terdiri dari
pribadi-pribadi dengan berbagai karakter, beragam latar belakang sosial,
budaya, agama, usia, dan pendidikan.
5.
Berlangsung satu arah (one way traffic communication).
6. Umpan Balik
Tertunda (Delayed Feedback) atau Tidak Langsung (Indirect Feedback); respon
audience atau pembaca tidak langsung diketahui seperti pada komunikasi
antarpribadi.
4.)jelaskan
fungsi , tujuan dan teknik komunikasi sertakan contoh yang jelas
jawab;
Fungsi Komunikasi
Berikut di bawah ini akan di jelaskan beberapa
fungsi komunikasi.
§ Fungsi
Komunikasi Sebagai Informasi
Komunikasi di harapkan dapat
memberikan imformasi yang dibutuhkan oleh seorang individu atau kelompok
tertentu.
Informasi yang didapatkan guna
menjadi dasar atau landasan dalam mengambil, meneruskan keputusan berdasarkan
data yang di peroleh
§ Fungsi
komunikasi Sebagai Pengendali
Fungsi sebagai kendali artinya
informasi yang di peroleh dalam kegiatan komunikasi berguna dalam mengendalikan
dan mengatur sifat dan tingkah laku seseorang baik ketika dia sendiri atau
dalam kehidupan berkelompok.
Sehingga komunikasi menjadi
alat agar adanya kepatuhan terhadap pesan atau gagasan
Tujuan Komunikasi
Berikut beberapa tujuan
komunikasi, mengapa komunikasi harus di pelajari karena untuk mencapai tujuan
tujuan tertentu.
1.
Komunikasi bertujuan agar
informasi atau pesan yang disampaikan oleh komunikator sebagai pengirim pesan
bisa di pahami oleh receifer sebagai komunikan. Maka dari itu komunikator harus
bisa menyampaikan dengan jelas dan detail tentang informasi yang disampaikan
2.
Komunikasi mempunyai tujuan
agar pesan bisa memberikan pemahaman kepada orang lain. Dengan seseorang
menyampaikan informasi sebagai isi komunikasi, di harapkan individu lain bisa
paham dengan pesan yang disampaikan.
3.
Komunikasi bertujuan agar
pendapat seseorang dapat di terima oleh individu lain atau khalayak umum. Di
terimanya informasi yang disampaikan harus melalui pendekatan husus,
salahsatunya pendekatan persuasif.
4.
Komunikasi bertujuan
menggerakan individu atau masa dengan pesan yang terkandung dalam komunikasi
tersebut.
Teknik komunikasi
Berikut 5 teknik komunikasi efektif yang harus
kamu ketahui.
·
Latihlah kemampuan komunikasi
Verbal atau Non verbal kamu.
·
Samakan persepsi kamu dengan
lawan bicara.
·
Persiapkan diri menjadi pendengar
yang baik.
·
Lakukan komunikasi dengan
Respect, Empathy, Audible, Clear, dan Humble (REACH
5.
jelaskan pengertian komunikasi efektif dan syaratnya apa saja , sertakan contoh
yang sering dialami dalam kehidupan sehari-hari...
jawab;
Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektivitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan.
Komunikasi yang efektif dapat berjalan dengan lancar bila memenuhi berbagai persyaratan. Persyaratan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
jawab;
Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektivitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan.
Komunikasi yang efektif dapat berjalan dengan lancar bila memenuhi berbagai persyaratan. Persyaratan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Persepsi atau pandangan
Komunikasi harus memperkirakan apakah pesan-pesan
yang akan disampaikannya dapat diterima komunikan dengan tepat.
2. Ketepatan
Komunikasi dapat mencapai sasaran bila komunikator
dapat mengekspresikan atau menuangkan hal yang ingin disampaikan sesuai dengan
kerangka berfikir komunikan. Apabila hal ini tidak sesuai maka terjadi miscomunication.
3. Kredibilitas
Dalam komunikasi, komunikator harus mempunyai
keyakinan bahwa komunikannya termasuk orang yang dapat dipercaya.
4. Pengendalian
Ketika berkomunikasi, komunikan tentunya akan
memberikan tanggapan terhadap pesan yang disampaikan. Reaksi komunikan
tergantung pada berhasil atau tidaknya komunikator mengendalikan komunikator
pada saat melakukan komunikasi.
5. Kecocokan atau keserasian
Yang dimaksud dengan kecocokan disini adalah apabila
komunikator dapat menjaga hubungan persahabatan yang menyenangkan dengan
komunikan sehingga komunikasi dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan.
Seorang komunikator dapat dikatakan baik, jika
menghormati dan berhasil memberi kesan yang baik kepada komunikan.
contoh atau gambaran dari
komunikasi efektif tersebut sehingga kita bisa mencoba menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Simak uraian ringkasnya berikut ini:
1. Tidak
Keluar Konteks
Komunikasi organisasi harus
memiliki tujuan yang jelas sehingga membuat proses tersebut tidak keluar
konteks. Distraksi yang mungkin saja terjadi adalah ketika proses komunikasi
tersebut dipengaruhi oleh hal-hal lain yang bisa menyebabkan informasi tidak
disampaikan dengan tepat. Contohnya yaitu, ketika akan mengkoordinasikan
mengenai jalannya rapat, hindari untuk menyelingi dengan candaan-candaan yang
kurang penting. Tujuan penerapan komunikasi dalam
organisasi perlu ditentukan sehingga proses yang ada akan
berjalan sesuai konteks.
2. Penggunaan
Kalimat yang Sederhana
Penggunaan kalimat yang
sederhana memiliki makna bahwa komunikasi yang dilakukan hendaknya tidak
terlalu bertele-tele. Contohnya, kita bisa menyebutkan poin inti dari informasi
yang ingin kita sampaikan tanpa harus membuat pengantar yang terlalu panjang.
Kita bisa mendalami ini dengan mengetahui konsep komunikasi dalam organisasi.
3. Melihat
Latar Belakang Komunikan
Latar belakang komunikan juga
perlu diketahui ini dalam rangka untuk mempermudah proses komunikasi yang akan
kita lakukan. Perhatikan bahasa apa yang komunikan gunakan, termasuk adakah
hal-hal tertentu yang perlu diperhatikan selama berkomunikasi dengannya.
4. Memperhatikan
Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh juga perlu kita
perhatikan. Isyarat-isyarat non verbal seperti misalnya pandangan yang kurang
antusias, tangan yang menutup, ini akan mempengaruhi juga proses komunikasi
organisasi yang akan dilakukan.
5. Kontrak
Waktu yang Jelas
Penetapan kontrak waktu yang
jelas adalah contoh komunikasi efektif dalam organisasi. Kita bisa mengatakan
bahwa “saya membutuhkan 10 menit untuk berdiskusi dengan Anda” sehingga
komunikasi kita bisa lebih memiliki target.